Tuesday 21 February 2017

pelingkupan (proses AMDAL)

PELINGKUPAN



Pelingkupan adalah tahap paling awal dalam rangkaian proses AMDAL. Tahapan ini sangat penting karena di tahap itulah dasar pemikiran dan lingkup kajian dampak lingkungan (ANDAL) akan ditentukan. Kekeliruan dalam melingkup akan menyebabkan kajian ANDAL menjadi tidak tajam, salah sasaran dan juga boros dana dan waktu. Prakiraan dan evaluasi dampak yang dilakukannya menjadi kurang relevan dan kurang bermakna. Rencana pengelolaan dan pemantauan lingkungan hidup yang dihasilkan berikutnya juga menjadi tidak tepat. Pendek kata, kesalahan dalam pelingkupan dapat membuat seluruh perkerjaan AMDAL menjadi sisa-sia.
Pelingkupan bertujuan untuk merancang kajian ANDAL agar menjadi kajian yang tepat sasaran. Karena, sebagaimana kajian ilmiah lainnya, ANDAL harus mempunyai arah, fokus dan lingkup yang tepat.
Pelingkupan menghasilkan sejumlah pernyataan sebagaimana diuraikan di bawah ini:
·      Dampak yang akan dikaji dalam ANDAL atau dampak hipotetik. Dugaan (hipotesis) awal menunjukkan bahwa dampak-dampak itu akan terjadi dan memerlukan kajian mendalam untuk membuktikan dugaan tersebut.
·      Lokasi dan waktu kajian ANDAL yang menggambarkan wilayah di mana kajian akan dilakukan serta faktor waktu yang berkaitan dengan kajian.
Pernyataan dampak sebaiknya meliputi unsur-unsur informasi berikut ini:
·      Komponen rencana kegiatan yang diperkirakan menjadi dampak.
·      Komponen lingkungan hidup yang diperkirakan terkena dampak.
·      Parameter yang harus dikaji dalam ANDAL.
·      Lokasi prakiraan awal sebaran dampak.
·      Waktu di mana dampak diperkirakan terjadi.


Proses pelingkupan dibagi menjadi dua, yaitu 1) pelingkupan dampak penting dan 2) pelingkupan wilayah studi dan batas waktu kajian. Setelah informasi mengenai rencana kegiatan (sumber dampak) serta rona lingkungan hidup (penerima dampak) sudah terkumpul, Pelaksana Kajian siap untuk beranjak ke inti proses pelingkupan, yaitu mengidentifikasi dampak yang nantinya perlu dikaji dalam ANDAL.
Proses ini terdiri dari tiga langkah, yaitu:
1.   Identifikasi Dampak Potensial. Esensinya adalah menduga semua dampak yang berpotensi terjadi jika rencana kegiatan dilakukan pada lokasi tersebut. Langkah ini menghasilkan daftar “dampak potensial”.
2.   Evaluasi Dampak Potensial. Esensinya adalah memisahkan dampak-dampak yang perlu kajian mendalam untuk membuktikan dugaan (hipotesa) dampak (dari dampak yang tidak lagi perlu dikaji). Langkah ini menghasilkan daftar “dampak penting hipotetik”.
3.   Klasifikasi dan Prioritas. Tujuannya adalah mengelompokkan dampak-dampak yang akan dikaji agar mudah dipahami dan digunakan dalam menentukan strategi kajian. Langkah ini menghasilkan kelompok-kelompok dampak dan urutan prioritas dampak. 


 PROSES PELINGKUPAN


Proses pelingkupan merupakan proses awal untuk menentungan lingkup permasalahan dan mengidentifikasi dampak besar dan penting potensial/hipotetik yang berkaitan dengan pembangunan perkebunan dan Rencana Pabrik Kelapa Sawit PT. Inti Plasma. Pelingkupan tersebut dilakukan melalui serangkaian proses berikut:
a.    Mengidentifikasi dampak potensial melalui serangkaian dialog, konsultasi dan diskusi antar anggota tim studi Konsultan Penyusun AMDAL, juga dengan para pakar, pemrakarsa, instansi terkait dan masyarakat yang berkepentingan (termasuk masyarakat yang diduga terkena dampak) serta dilengkapi dengan hasil pengamatan (observasi) lapangan wilayah studi yang diperkirakan menjadi batas proyek, batas ekologis, batas sosial, dan batas administratif. Metode identifikasi dampak yang digunakan dalam studi AMDAL ini adalah menggunakan langkah-langkah sebagaimana petunjuk dalam identifikasi dampak potensial pada Panduan Penyusunan AMDAL dengan Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 08 Tahun 2006.  Hasil langkah-langkah proses pelingkupan berupa matriks sederhana dan bagan alir yang digunakan untuk menggambarkan interaksi antara penyebab dampak yaitu kegiatan Pembangunan Perkebunan dan Rencana Pabrik Kelapa Sawit dan aspek lingkungan yang diperkirakan terkena dampak penting sehingga akan mengalami perubahan mendasar. Keberadaan interaksi antara komponen kegiatan dan komponen lingkungan ditandai dengan tanda (x) dalam sel matriks. Mengingat dampak kegiatan Pembangunan Perkebunan dan Rencana Pabrik Kelapa Sawit ini memiliki rangkaian dampak lanjutan (dampak sekunder, dampak tersier dan seterusnya) untuk aspek kegiatan tertentu, maka bagan alir digunakan untuk menganalisis dan mengetahui dampak lanjutannya. Kedua metode identifikasi itu dipilih karena akan saling mengisi/melengkapi sehingga identifikasi dampak dapat dilakukan secara optimal.


b.   Evaluasi dampak potensial dilakukan dengan metode diskusi dan brainstorming dengan mempertimbangkan hasil konsultasi dan diskusi dengan pakar, instansi yang bertanggung jawab serta masyarakat yang berkepentingan. Pelingkupan pada tahap ini bertujuan menghilangkan/meniadakan dampak potensial yang dianggap tidak relevan atau tidak penting, sehingga diperoleh daftar dampak penting hipotetik yang dipandang perlu dan relevan.
c.    Klasifikasi dan prioritas dampak penting dilakukan melalui dua tahapan yakni pertama segenap dampak penting hipotetik dikelompokkan menurut keterkaitannya satu sama lain dan kedua kelompok dampak penting hipotetik tersebut selanjutnya diurut berdasarkan kepentingannya, baik dari aspek ekonomi, sosial maupun ekologis.
Dari lingkup telaah kaitan rencana kegiatan Pembangunan Perkebunan dan Rencana Pabrik Kelapa Sawit PT. Inti Plasma dengan dampaknya, maka lingkup rona lingkungan hidup awal yang akan ditelaah dalam studi ini dapat diperincikan seperti pada uraian berikut ini. Lingkup rona lingkungan hidup yang ditelaah tersebut disamping merupakan aspek atau parameter kajian utama yang menjadi tolok ukur dampak juga ada yang merupakan parameter pendukung kedalaman analisis dampak.
a.   Komponen Lingkungan Fisika-Kimia
1)   Iklim, dengan parameter yang ditelaah meliputi:
·     Curah hujan dan hari hujan
·     Tipe iklim
·     Suhu udara
·     Kelembaban
·     Kecepatan dan arah angin
2)   Kualitas Udara dan Kebisingan, dengan parameter yang ditelaah meliputi:
·     Debu
·     Kebisingan
·     Gas CO, SO2 dan NO2
3)   Fisiografi dan Geologi, dengan aspek yang ditelaah meliputi:
·     Keadaan topografi dan morfologi
·     Ketinggian tempat dpl
·     Struktur geologi
4)   Hidrologi, dengan parameter yang ditelaah meliputi:
·     Karakteristik fisik sungai
·     Debit air sungai
·     Tingkat penyediaan dan penggunaan air
·     Pola sedimentasi sungai
·     Kondisi fisik daerah resapan
·     Potensi air sungai
5)   Kualitas Air, dengan parameter yang ditelaah terdiri dari:
·     Sifat fisik dan kimia air sungai
·     Sifat fisik dan kimia air sumur dangkal
6)   Tata Ruang, Tata Guna Lahan dan Tanah, dengan aspek yang ditelaah terdiri dari:
·     Tata guna lahan dan sumberdaya lainya
·     Pemanfaatan ruang
·     Rencana pengembangan wilayah
·     Kegiatan lain di sektor proyek
·     Rencana tata guna tanah
·     Sifat fisik dan kimia tanah
·     Potensi konflik penggunaan tanah

b.   Komponen Lingkungan Biologi
1)   Biota Terrestrial (Darat), dengan aspek-aspek yang ditelaah meliputi:
·     Jumlah dan komposisi jenis
·     Flora dan ekosistem yang dilindungi Undang-Undang
·     Jumlah jenis endemik yang dijumpai
·     Kepadatan, keragaman, penyebaran, dan pola migrasi populasi satwa liar
·     Keadaan habitat dan makanan satwa liar
2)   Biota Air, dengan aspek-aspek yang ditelaah meliputi:
·     Jumlah dan komposisi jenis
·     Flora dan ekosistem yang dilindungi Undang-Undang
·     Jumlah jenis endemik yang dijumpai

c.    Komponen Lingkungan Sosial
1)   Demografi, dengan aspek-aspek yang ditelaah adalah:
·     Jumlah dan komposisi jenis
·     Flora dan ekosistem yang dilindungi Undang-Undang
·     Jumlah jenis endemik yang dijumpai


2)   Ekonomi, dengan aspek-aspek yang ditelaah adalah:
·     Jenis usaha
·     Mata pencaharian dan pendapatan
·     Pertumbuhan ekonomi lokal dan regional
·     Kesempatan kerja dan berusaha
·     Pusat pertumbuhan ekonomi
3)   Budaya, dengan aspek-aspek yang ditelaah adalah:
·     Orientasi nilai budaya dan adat istiadat
·     Tatanan kelembagaan dalam masyarakat
·     Agama dan kepercayaan
·     Keamanan dan ketertiban
4)   Persepsi Masyarakat, dengan aspek-aspek yang ditelaah meliputi:
·     Persepsi masyarakat yang terkena dampak
·     Persepsi masyarakat umum

d.   Komponen Lingkungan Kesehatan Masyarakat, dengan aspek-aspek yang ditelaah meliputi:
·      Pola penyakit
·      Karakteristik epidemilogi penduduk
·      Prevalensi penyakit
·      Fasilitas kesehatan kondisi hygiene dan sanitasi lingkungan
·      Status gizi masyarakat 

DESKRIPSI RENCANA KEGIATAN

Deskripsi Rencana Kegiatan merupakan salah satu input utama yang perlu disiapkan sebelum proses pelingkupan dimulai. Pada dasarnya, rencana kegiatan adalah objek yang diperkirakan akan menimbulkan dampak terhadap lingkungan sekitarnya. Jenis atau skala rencana kegiatan tersebut menyebabkan kegiatan itu masuk dalam daftar wajib AMDAL sehingga harus dikaji dampaknya terhadap lingkungan.
Tujuan langkah ini adalah untuk mengidentifikasi komponen kegiatan yang mungkin menjadi sumber dampak. Pada langkah ini pelaksana kajian harus dapat mengenal seluruh komponen kegiatan dan mengidentifikasi setiap komponen atau aktivitas yang mungkin akan menimbulkan buangan atau, karena keberadaannya, akan mengubah bentuk atau fungsi lingkungan sekitar.
Komponen kegiatan yang mungkin menyebabkan dampak menjadi titik tolak proses pelingkupan. Dengan mengetahui karakteristik sumber dampak, interaksinya dengan komponen lingkungan sekitar dapat dikenali pula.
Identifikasi sumber dampak ini dimaksudkan untuk mengetahui hal-hal berikut:
·      Bentuk dan karakteristik komponen kegiatan tersebut (aktivitas, fasilitas atau sarana tertentu).
·      Tahap-tahap dimana kegiatan itu akan mengeluarkan buangan atau menimbulkan perubahan dalam lingkungan. Lazimnya suatu rencana kegiatan yang terbagi menjadi tahap prakonstruksi, konstruksi, operasi dan pasca-operasi, masing-masing tahap mempunyai sumber-sumber dampak yang perlu dicermati.
·      Letak komponen kegiatan tersebut (di dalam tapak proyek).
Untuk dapat melakukan identifikasi sumber dampak, Pelaksana Kajian perlu mendapatkan informasi sebagai berikut:
1.      Deskripsi ringkas rencana kegiatan.
2.      Rencana lokasi kegiatan, termasuk estimasi luas lahan yang dibutuhkan.
3.      Deskripsi proses utama, termasuk perkiraan besarannya, kapasitas, input dan output.
4.      Sumber daya yang digunakan (bahan, air, energi, dan lain-lain) dan perkiraan besarnya.
5.      Limbah yang akan dihasilkan, jenis, dan perkiraan besarnya.
6.      Rencana mitigasi dampak yang sudah direncanakan dari awal (terintegrasi dalam desain rencana kegiatan).
Sumber informasi utama tentang rencana kegiatan adalah dokumen-dokumen perencaaan yang disusun dan dimiliki oleh Pemrakarsa tentang kegiatan yang sedang direncanakan. Contohnya adalah studi kelayakan (feasibility study), rencana umum, atau rancang-bangun (engineering design) – tergantung dokumen mana yang telah tersedia saat proses AMDAL dimulai. Dokumen-dokumen ini memiliki data, diagram, peta, tabel, dan informasi lain yang bermanfaat untuk mengenal komponen kegiatan yang mungkin menjadi sumber dampak.
Jika sebagian informasi belum tersedia, informasi tersebut dapat diperoleh dari deskripsi kegiatan sejenis (deskripsi tipikal), misalnya untuk nomor 3, 4, 5, dan 6 di atas. Deskripsi tipikal adalah informasi umum tentang jenis kegiatan serupa yang dapat dikumpulkan dari 1) standar industri yang telah berlaku secara nasional atau internasional, 2) pengalaman pemrakarsa dengan kegiatan serupa sebelumnya, dan 3) bahan pustaka (literatur atau internet) tentang jenis kegiatan tersebut. Sebagian besar jenis kegiatan yang dikaji dalam AMDAL sudah pernah dilakukan di Indonesia sehingga banyak informasi tipikal yang dapat diakses.
Jika memang informasi tipikal yang digunakan dalam pelingkupan, pada tahap kajian ANDAL nanti, informasi rencana kegiatan perlu diperbarui dengan deskripsi yang khusus tentang rencana kegiatan yang diajukan. Hal ini perlu karena saat melakukan pendugaan dan evaluasi dampak, informasi tentang rencana kegiatan harus akurat dan spesifik, sehingga prakiraan dampaknya juga dapat dipertanggungjawabkan. Namun, jika informasi ini tidak tersedia, hasil kajian ANDAL sebaiknya dipakai sebagai masukan untuk desain yang lebih rinci.
Pemrakarsa memegang peranan utama dalam menjelaskan rencana kegiatan kepada Pelaksana Kajian. Jika informasi dari pemrakarsa dirasakan kurang memadai, Pelaksana Kajian harus melibatkan seorang pakar yang ahli di bidang rencana kegiatan tersebut. Peran pakar tersebut adalah membantu anggota tim Pelaksana Kajian untuk memahami komponen-komponen rencana kegiatan tipikal agar dapat mengidentifikasi sumber dampak.
Saat mempelajari deskripsi kegiatan, Pelaksana Kegiatan juga perlu mengetahui beberapa hal mendasar dari pemrakarsa, yaitu hal-hal berikut ini:
·      Proses perencanaan atau kajian-kajian lain yang telah dan sedang dilakukan pemrakarsa sehubungan dengan rencana kegiatan tersebut. Pada umumnya, pemrakarsa telah mejalani sebagian dari proses perencanan konvensional. Walaupun untuk setiap sektor berbeda, proses perencanaan biasanya terdiri dari sebuah kajian umum yang melandasi keputusan pemrakarsa untuk maju dengan rencana kegiatan (seperti prefeasibility study atau feasibility study), sebuah kajian yang membuat rancangan makro dari kegiatan tersebut (seperti masterplan, di beberapa sektor), dan sebuah kajian yang membuat rancangan teknis yang rinci (seperti detailed engineering design di beberapa sektor). Selain itu, terkadang pemrakarsa telah melakukan kajian-kajian spesifik tentang lingkungan sekitar, seperti environmental baseline study, environmental risk assessment, atau kajian lingkungan lembaga keuangan internasional, dan sebagainya. Pelaksana Kajian perlu memahami hubungan dan keterkaitan antara kajian-kajian diatas dengan AMDAL yang akan segera dimulai. Keterkaitan yang dimaksud adalah adanya kemungkinan hubungan timbal balik antara informasi dalam kajian-kajian tersebut dengan informasi yang dibutuhkan atau dihasilkan proses AMDAL. Hubungan timbal balik ini perlu dipahami dan dibahas dengan pemrakarsa agar terjalin mekanisme yang efektif.
·      Alasan pemrakarsa ingin mengembangkan rencana kegiatan dan tujuan yang ingin dicapai. Misalnya, pembangunan fasilitas publik pasti didasari oleh kebutuhan masyarakat untuk suatu layanan atau fasilitas tertentu. Pemrakarsa mempunyai alasan memilih rencana kegiatan sebagai cara memenuhi kebutuhan tersebut. Sedangkan untuk pembangunan pabrik atau fasilitas lain untuk kepentingan komersial juga didasari oleh permintaan pasar yang dapat dipenuhi oleh pemrakarsa. Pilihan pemrakarsa untuk mengembangkan rencana kegiatan juga mempunyai alasan dan pertimbangan tertentu. Hal ini perlu dipahami untuk melandasi pemahaman tentang alternatif yang dikaji dalam ANDAL (jika ada).
Proses perencanaan kegiatan biasanya merupakan proses bertahap di mana, pada setiap tahap, pemrakarsa harus mengkaji sejumlah sejumlah alternatif konsep kegiatan. Pada tahap awal perencanaan, alternatif yang dikaji sifatnya makro (berhubungan dengan desain dasar kegiatan) dan di tahap perencanaan seterusnya, alternatif yang dipertimbangkan sifatnya lebih mikro atau rinci.
Pada setiap tahap perencanaan pemrakarsa harus memilih alternatif yang terbaik, yaitu alternatif yang menjanjikan keuntungan (finansial dan non-finansial) yang paling tinggi sekaligus memastikan risiko yang paling rendah. Pemilihan alternatif dilakukan secara hati-hati karena terkait dengan investasi, risiko-risiko teknis, dan ekonomis. Mengkaji alternatif dapat dilakukan dengan berbagai perangkat (tools) dan merupakan proses yang kompleks karena mempertimbangkan berbagai kriteria. Seringkali salah satu kriteria yang dipertimbangkan adalah besar-kecilnya dampak terhadap lingkungan hidup.
AMDAL adalah salah satu perangkat yang dapat digunakan untuk pertimbangan lingkungan. Jika AMDAL digunakan untuk mendukung proses pemilihan alternatif, proses pengambilan keputusan tentang kelayakan lingkungan juga akan mendapat manfaat. Hal ini disebabkan karena saat ada kajian alternatif dalam AMDAL, pengambilan keputusan tentang kelayakan lingkungan juga akan mendapat ruang untuk membandingkan dampak-dampak lingkungan dari setiap alternatif dan mendapat kesempatan untuk turut memilih alternatif dengan dampak yang paling kecil atau paling dapat diterima.
Jika hanya satu alternatif yang dikaji, pemrakarsa harus menanggung risiko bahwa usulan kegiatannya dinyatakan “tidak layak lingkungan” dan tidak mendapat rekomendasi untuk pengurusan izin. Situasi demikian telah sering terjadi dan merugikan pemrakarsa karena biaya dan waktu pelaksanaan AMDAL yang terbuang sia-sia.
Peraturan menganjurkan agar proses pelingkupan menyertakan alternatif yang sedang dipertimbangkan pemrakarsa. Alternatif rencana kegiatan yang dimaksud terdiri dari alternatif:
·      Proses atau teknologi yang digunakan;
·      Input atau bahan yang digunakan;
·      Tata-letak bangunan atau sarana pendukung;
·      Pendekatan pengendalian atau pengelolaan dampak; dan
·      Penjadwalan atau pentahapan kegiatan.
Setiap alternatif memiliki komponen kegiatan yang berbeda sehingga dapat mengakibatkan dampak yang berbeda terhadap lingkungan hidup. misalnya, PLTU yang menggunakan bahan-bahan batubara akan menghasilkan limbah (dan dampak turunan) yang berbeda dengan bahan-bakar gas alam. Oleh karena itu, setiap alternatif yang sedang dipertimbangkan oleh pemrakarsa patut menjadi bagian dari kajian AMDAL.
Dalam melakukan pelingkupan, Pelaksana Kajian Harus dapat menangkap alternatif apa saja yang masih menjadi bahan pertimbangan pemrakarsa lalu menyertakan alternatif-alternatif tersebut dalam proses menentukan lingkup kajia ANDAL. Setiap alternatif yang dikaji akan mempunyai konsekuensi pada pendugaan dampak, penentuan wilayah studi, penentuan waktu kajian, dan pemilihan metode studi dan tenaga ahli yang dibutuhkan untuk kajian.
Kajian alternatif dalam pelingkupan harus meliputi:
Akibatnya akan ada lebih dari satu scenario dampak yang perlu dikaji dalam ANDAL sesuai dengan jumlah alternatif yang dikaji dan kombinasinya. Begitu juga lingkup kajian ANDAL akan menjadi lebih kompleks. Hal ini tentunya akan berpengaruh pada anggaran dan waktu pelaksanaan kajian ANDAL. Oleh karena itu, jumlah dan jenis alternatif yang akan dikaji harus dipertimbangkan dengan matang.
Ada kalanya pada saat AMDAL dimulai, pemrakarsa tidak lagi mempertimbangkan alternatif melainkan sudah menentukan pilihan rencana kegiatan yang akan dilaksanakan. Mungkin pertimbangan lingkungan telah dilakukan dalam proses pemilihan alternatif tersebut, namun tidak menggunakan perangkat AMDAL. Pada situasi seperti ini, proses pelingkupan perlu me-review dan merangkum semua pertimbangan lingkungan dan pemilihan alternatif yang telah dilakukan pemrakarsa pada tahap pra-AMDAL. Dalam proses pengenalan rencana kegiatan, Pelaksana Kajian harus dapat memberi penjelasan tentang:
·      Komponen-komponen rencana kegiatan yang memiliki lebih dari satu alternatif pada tahap perencanaan awal serta menguraikan setiap alternatif yang dipertimbangkan;
·      Pertimbangan lingkungan yang dilakukan pada tahap perencanaan, berikut kriteria yang dipakai untuk mengkaji alternatif dari segi lingkungan; dan
·      Proses pemilihan alternatif, sehingga diputuskan pilihan komponen rencana kegiatan yang akan dipakai dalam AMDAL.
Dalam dokumen KA-ANDAL, proses pemilihan serta pertimbangannya harus dituliskan dengan jelas. 



 RONA LINGKUNGAN HIDUP


Rona Lingkungan Hidup merupakan input lain yang perlu disajikan sebelum proses pelingkupan dimulai. Pada dasarnya, rona lingkungan hidup adalah objek yang diperkirakan akan mengalami perubahan lingkungan akibat rencana kegiatan.
Tahap ini bertujuan untuk mengidentifikasi komponen lingkungan hidup yang berpotensi terkena dampak akibat rencana kegiatan. Pada tahap ini, Pelaksana Kajian harus dapat mengenal, secara garis besar, karakteristik lingkungan hidup yang ada di dan sekitar lokasi dapat dipilih untuk rencana kegiatan. Setiap lokasi mempunyai karakteristik yang unik. Oleh karena itu, sangat penting untuk memahami bagaimana komponen lingkungan di lokasi kegiatan akan berinteraksi dengan kegiatan akan berinteraksi dengan kegiatan yang akan dibangun atau dilakukan.
Komponen lingkungan hidup yang berpotensi menjadi penerima dampak terdiri dari:
·      Komponen geofisik-kimia, yang meliputi air permukaan dan air bawah-permukaan, udara, lahan, dan sebagainya;
·      Komponen biologis, yang meliputi flora dan fauna;
·      Komponen sosial ekonomi dan sosial budaya, yang meliputi ketenagakerjaan, perekonomian lokal, demografi, hubungan sosial, pola hidup, dan sebagainya; dan
·      Komponen kesehatan masyarakat, yang meliputi prevalensi masyarakat, perubahan tingkat kesehatan masyarakat, dan sebagainya.
Pada tahap Pelingkupan, informasi yang diperlukan tentang komponen lingkungan sekitar harus dapat menggambarkan kondisi lingkungan secara umum. Pada tahap ini, data primer sifatnya masih terbatas dan tidak mendalam (rinci). Sumber-sumber informasi yang digunakan untuk mengenal lokasi adalah sebagai berikut:
·      Informasi sekunder, termasuk dari laporan, peta, data Pemerintah Daerah, informasi tentang peruntukan lahan (RTRW daerah), makalah, kliping koran atau majalah, dan sebagainya.
·      Tinjauan lapangan singkat yang dilakukan oleh tim Pelaksana Kajian untuk sekilas mengenal wilayah yang akan menjadi lokasi kegiatan.
·      Hasil konsultasi masyarakat yang dilakukan untuk memperoleh masukan dan informasi dari masyarakat yang diperkirakan akan terkena dampak atau peduli terhadap kondisi lingkungan.



IDENTIFIKASI DAMPAK POTENSIAL


Dampak potensial adalah dampak yang berpotensi terjadi akibat adanya rencana kegiatan di lokasi yang diusulkan. Inti dari langkah ini adalah mengidentifikasi interaksi antara komponen rencana kegiatan dengan komponen lingkungan di lokasinya. Langkah ini dilakukan oleh tim Pelaksana Kajian dengan membayangkan suatu situasi di mana semua dampak mungkin saja terjadi atau situasi terburuk (worst-case scenario). Dengan demikian, segala macam dampak yang terpikir akan dicatat.
Hasil dari tahap ini adalah sebuah “daftar panjang semua dampak yang mungkin terjadi”, berikut sebuah daftar berikut sebuah peta kasar yang yang menunjukkan letak komponen lingkungan yang mungkin terkena dampak tersebut. Dampak-dampak yang masuk daftar panjang ini masih beragam sifatnya, bisa dampak besar atau kecil, dampak positif atau negatif, dan dampak penting atau tidak. Pada tahap ini, semua dampak dituliskan sedangkan evaluasi atau pemilahan dampak berdasarkan sifat dilakukan pada langkah selanjutnya.
Tim Pelaksana Kegiatan menggunakan semua informasi yang telah terkumpul serta mendayagunakan pengalaman dan keahliannya di bidang masing-masing. Seringkali tim Pelaksana Kajian akan melakukan diskusi bersama untuk urun-rembug (brainstorming) tentang dampak potensial. Biasanya ini dilakukan setelah masing-masing anggota tim melakukan kajian pustaka dan mempelajari data terkumpul dengan seksama.
Beberapa alat bantu yang dapat digunakan untuk melakukan identifikasi dampak potensial di antaranya adalah sebagai berikut:
1.   Daftar Uji atau checklist;
2.   Matriks;
3.   Bagan alir.
Alat bantu yang paling mudah dan sering digunakan adalah kombinasi matriks dengan bagan alir. Matriks digunakan untuk menunjukkan interaksi antara konponen kegiatan dengan komponen lingkungan hidup di lokasi kegiatan. Identifikasi interaksi tersebut diikuti dengan penyusunan bagan alir yang menunjukkan urut-urutan (sequence) kejadian dampak. Dengan bagan alir ini diperoleh gambaran tentang dampak mana yang terlebih dahulu (primer) serta dampak-dampak turunannya (sekunder, tersier dan sebagainya). Urutan ini akan menjadi bermanfaat pada saat mengidentifikasi dampak yang akan dikelola dan pendekatan pengelolaannya.
Matrik dapat dikembangkan dari informasi yang diperoleh dari tahap Mengenal Rona Lingkungan Hidup dan Mengenal Deskripsi Rencana Kegiatan. Matriks disusun dengan menempatkan komponen kegiatan (sumber dampak) dan komponen lingkungan (penerima dampak), masing-masing, pada satu axis (sisi) pada matriks. Untuk mengisi ruang (sel) dalam matriks, isi masing-masing baris disandingkan dengan isi masing-masing kolom. Jika diperkirakan terjadi antara interaksi antara komponen kegiatan dengan komponen lingkungan, sel diisi dengan suatu tanda. Jika tidak ada interaksi, sel dibiarkan kosong. Jika ragu-ragu atau kurang informasi untuk menilai apakah aka nada interaksi, sel diisi seakan-akan ada interaksi. Sel yang diberi tanda berarti ada potensi terjadinya dampak terhadap komponen lingkungan tersebut akibat kegiatan yang bersangkutan. Inilah yang disebut sebagai “dampak potensial”.
Dalam mengisi matriks, para anggota tim Pelaksana Kajian dapat mengadakan diskusi. Dengan kehadiran anggota tim dari berbagai latar belakang ilmu dan pengalaman, pengisian setiap sel dalam matriks sudah mempertimbangkan masukan dari seluruh anggota tim.
Langkah berikutnya adalah mengambil sel-sel dari matriks yang telah diberi tanda lalu merancang sebuah bagan alir. Bagian paling atas bagan alir adalah komponen kegiatan yang menjadi sumber dampak. Setiap dampak yang ditimbulkan oleh masing-masing sumber dampak digambarkan sebagai suati kotak, begitu pula dampak turunannya.
Bagan alir pada dasarnya memperlihatkan semua hubungan sebab-akibat dampak potensial pada tingkatan ganda (multiple levels) yang terdiri dari dampak-dampak berikut:
Setelah pembuatan matriks dan/atau bagan alir, dampak potensial yang telah diidentifikasi ditampilkan dalam bentuk daftar atau table minimal dengan informasi tentang sumber dampak, penerima dampak, sera deskripsi dampak itu sendiri. Informasi pelengkap yang dapat ditambahkan pada daftar (table) dampak potensial adalah: waktu terjadinya dampak (tahapan kegiatan), urutan terjadinya dampak (primer/sekunder/tersier), besaran komponen sumber dampak (yang dapat memberi indikasi skala dampak).


EVALUASI DAMPAK POTENSIAL


Setelah mengidentifikasi semua dampak yang berpotensi terjadi maka langkah berikutnya adalah melakukan seleksi untuk membedakan mana yang perlu dikaji dalam ANDAL dan mana yang tidak − inilah esensi dari langkah yang disebut sebagai “evaluasi dampak potensial”. Perlu diingat bahwa dalam ANDAL, dugaan dampak akan dikaji secara mendalam dengan cara mengumpulkan dan menganalisis data primer serta melakukan evaluasi terhadap dampak yang terjadi. Dengan demikian, hipotesa yang terbentuk pada tahap pelingkupan akan terbukti benar atau salah.
Dampak yang dikaji dalam ANDAL sebaiknya adalah dampak-dampak yang memang perlu dikaji secara mendalam. Dengan berjalannya waktu dan pembangunan di Indonesia, seharusnya pengalaman dan pengetahuan tentang kegiatan-kegiatan, dampak lingkungan serta efektivitas upaya pengelolaannya sudah cukup berkembang. Dengan demikian, seharusnya jumlah dampak yang dikaji secara mendalam dalam ANDAL tidak terlalu banyak lagi. Pemilahan dampak yang perlu dikaji perlu dilakukan secara tajam agar tidak membuang sumberdaya kajian yang sering terbatas.
Ada dua jenis dampak hipotetik yang harus dibuktikan dengan kajian yang mendalam (ANDAL), yaitu dampak penting dan dampak yang kurang dipahami.
·      Dampak penting (significant impact) – untuk dipastikan bahwa dampak yang akan timbul tersebut memang betul “dampak penting”, yaitu dengan mempelajari besaran, sebaran dan sifat dampak.
·      Kurang dipahami (unknown) – untuk mendapatkan informasi lebih rinci tentang jenis, besaran dan sebaran dampak, serta komponen lingkungan terkena dampak. Dengan informasi rinci tersebut dapat ditentukan apakah suatu dampak termasuk dampak penting atau tidak.
Dampak yang tidak lagi perlu dikaji dalam ANDAL adalah dampak yang sudah diketahui tidak penting (insignificant impact) dan dampak yang sudah diketahui dari awal dan rancangan kegiatan sudah mencakup pengendalian dampak tersebut (ini dikenal sebagai mitigated impact). Rencana kegiatan yang sudah mengantisipasi perlunya Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) untuk mengendalikan dampak terhadap kualitas air sungai tidak lagi perlu mangkaji dampak limbah cair dalam ANDAL. Demikian juga jika pemrakarsa sudah merencanakan pengendalian debu yang ditimbulkan alat-alat berat di tahap konstruksi maka ANDAL tidak perlu lagi mengkaji dampak peningkatan debu ini secara mendalam. Namun, ada kalanya dampak yang sudah dikendalikan (mitigated impact) masih perlu dikaji. Kondisi ini terjadi jika diperkirakan  baku mutu ambien akan terlampaui walaupun mitigasi dampak dapat menekan limbah agar memenuhi baku mutu limbah atau emisi. Kajian dalam ANDAL diperlukan untuk mengarahkan upaya pengendalian dampak agar baku mutu ambien terlampaui, yaitu dengan menentukan sasaran konsentrasi atau beban/emisi yang dapat dikeluarkan oleh rencana kegiatan.
Proses evaluasi dampak potensial ini merupakan proses memilah-milah dugaan dampak yang sudah masuk dalam daftar dampak potensial. Cara melakukan pemilahan ini banyak ragamnya. Menentukan cara (atau metode) pemilahan sangat tergantung dari para Pelaksana Kajian. Banyak ahli AMDAL yang berpengalaman melakukan proses ini dengan mengandalkan professional judgement yang terbentuk setelah bertahun-tahun melakukan analisis serupa.
Apapun metode yang dipakai untuk menentukan dampak yang dikaji dalam ANDAL, yang paling penting adalah bahwa, dalam dokumen KA-ANDAL, dicantumkan penjelasan tentang kriteria yang dipakai untuk memilih serta alasan suatu dampak dianggap penting atau tidak. Dengan demikian proses evaluasi dampak potensial dapat dipertahankan secara ilmiah. Penjelasan ini nantinya juga akan bermanfaat bagai pihak penilai dokumen KA-ANDAL serta untuk tim pelaksana kajian ANDAL yang harus memahami betul hipotesa yang dipakai untuk merancang kajian ANDAL.
Pada tahap pelingkupan, informasi yang dimiliki mungkin masih terbatas sehingga sulit untuk menggunakan 6 (enam) kriteria dampak penting yang ditentukan dalam peraturan pemerintah. Untuk memilih dampak yang perlu dikaji, kriteria yang lebih sederhana dapat digunakan menggunakan 6 kriteria dampak penting tersebut sebagai pedoman umum. Yang penting diupayakan adalah kriteria evaluasi dapat dipakai meskipun informasi yang dimiliki masih terbatas, seperti hasil kunjungan lapangan, konsultasi masyarakat, analisis data sekunder, dan kajian peraturan terkait.
Sebagai contoh, kriteria evaluasi dampak potensial dapat terdiri dari 4 pertanyaan, yaitu:
1.    Apakah beban terhadap komponen lingkungan tertentu sudah tinggi? Hal ini dapat dilihat dari hasil analisis data sekunder dan kunjungan lapangan.
2.    Apakah komponen lingkungan tersebut memegang peranan penting dalam kehidupan sehari-hari masyarakat sekitar (nilai sosial dan ekonomi) dan terhadap komponen lingkungan lainnya (nilai ekologis) (sehingga perubahan besar pada kondisi komponen lingkungan tersebut akan sangat berpengaruh pada kehidupan masyarakat dan keutuhan ekosistem)? Hal ini dapat dilihat dari hasil kunjungan lapangan.
3.    Apakah ada kekhawatiran masyarakat yang tinggi tentang komponen lingkungan tersebut? Hal ini dapt dilihat dari terjemahan hasil konsultasi masyarakat.
4.    Apakah ada aturan atau kebijakan yang akan dilanggar dan atau dilampaui oleh dampak tersebut? Hal ini dapat dijawab dengan mempelajari peraturan-peraturan yang menetapkan baku mutu lingkungan, baku mutu emisi/limbah, tata ruang dan sebagainya.
Setiap dampak potensial (dari langkah sebelumnya) ditapis dengan 4 pertanyaan di atas. Jika salah satu pertanyaan dijawab dengan “ya”, dampak potensial tersebut dikategorikan sebagai dampak penting hipotetik yang harus dikaji dalam ANDAl. Jadi, jika kunjungan lapangan tidak mengindikasikan adanya beban terhadap suatu komponen lingkungan namun hasil konsultasi masyarakat sangat mengkhawatirkan kelestarian komponen lingkungan tersebut (mungkin karena kegiatan ekonomi mereka sangat tergantung pada komponen lingkungan tersebut), dampak potensial tersebut sebaiknya dikaji dalam ANDAL.
Jika ada dampak yang jawabannya “tidak diketahui”, dampak tersebut perlu dikaji dalam ANDAL. Tujuannya adalah untuk mengumpulkan dan menganalisis informasi lebih banyak agar karakter dari dampak tersebut lebih jelas dan dapat dipastikan apakah dampak tersebut dianggap “dampak penting” atau tidak.
Dampak potensial yang “lolos” dari kriteria tersebut dapat dieliminasi dari proses selanjutnya karena dampak tersebut dikategorikan sebagai dampak tidak penting. Artinya, dampak-dampak potensial ini tidak perlu dikaji dalam ANDAL.

Tabel. Matriks Evaluasi Dampak Potensial
Tahap : Prakontruksi
SUMBER DAMPAK
KOMPONEN LINGKUNGAN TERKENA DAMPAK
KRITERIA
DALAM AMDAL
Komponen penerima
Deskripsi dampak
1
2
3
4
Pengelolaan dan Pembebasan Lahan
Pengguna lahan
Kegiatan dilakukan untuk menghindari tumpang tindih dengan pengguna lain(k 1)
ya
tdk
tdk
tdk
ya
Mata pencaharian
Kegiatan ini mengurangi ruang gerak usaha karet masyarakat,sehingga ada kekuatiran masyarakat terhadap mata pencahariannya (k 1)
ya
tdk
tdk
tdk
ya
Pendapatan keluarga
Kegiatan ini relative menambah pendapatan keluarga(k 1)
ya
tdk
tdk
tdk
ya
Persepsi Masyarakat
Ganti rugi terlalu murah (k 1), menimbulkan kekawatiran (k 2)
ya
ya
tkk
tdk
ya
Sosialisasi
Persepsi Masyarakat
Memberikan informasi yang benar kepada masyarakat tentang rencana usaha, bagi kehidupan sehari-hari (k 1), dan terjadi kekawatiran tentang terbatasnya mata pencaharian mereka (k 2)
ya
ya
tdk
tdk
ya

 Tahap : Kontruksi
SUMBER DAMPAK
KOMPONEN LINGKUNGAN TERKENA DAMPAK
KRITERIA
DALAM AMDAL
Komponen penerima
Deskripsi dampak
1
2
3
4
Penyerapan tenaga kerja
Pemukiman
Kegiatan ini mendatangkan pekerja dari luar daerah yang memerlukan tempat tinggal (k 1)
ya
tdk
tdk
tdk
ya
Jumlah dan kepadatan penduduk
Tenaga kerja yang datang dari luar daerah menambah jumlah penduduk (k 3)
tdk
tdk
ya
tdk
ya
Peluang kerja/usaha
Kegiatan ini memberikan peluang kerja kepada penduduk sekitar baik secara langsung maupun tidak langsung (k 1,2,3,4)
ya
ya
ya
ya
ya
Kontruksi Bangunan dan Mobilisasi Peralatan
Transpor
Pada saat ini  alat-alat berat mulai bekerja (k 2)
tdk
ya
tdk
tdk
ya
Kualitas Udara
Menimbulkan asap dan debu berterbangan dimana-mana
tdk
tdk
tdk
tdk
tdk
Kebisingan
Saat pekerjaan meninbulkan kebisingan suara alat-alat berat
tdk
tdk
tdk
tdk
tdk
Peluang kerja/Usaha
Kegiatan ini memberikan peluang kerja kepada penduduk sekitar baik secara langsung maupun tidak langsung (k 1,2,3,4)
ya
ya
ya
ya
ya
Persepsi masyarakat
Memerlukan tenaga kerja yang besar tapi penduduk tidak dilibatkan (k 3),apalagi karena tidak terampil (k 4)
tdk
tdk
ya
ya
ya
Pembangunan dan Rehabilitasi Prasarana Transpor
Penggunaan lahan
Pembangunan memerlukan lahan yang luas(k 2), bisa mencaplok lahan penduduk (k 3) dan bertentangan dengan peraturan/adat penduduk sekitar (K 4)
tdk
ya
ya
ya
ya
Kualitas udara
Menimbulkan asap dan debu berterbangan dimana-mana
tdk
tdk
tdk
tdk
tdk
Kebisingan
Saat pekerjaan meninbulkan kebisingan suara alat-alat berat
tdk
tdk
tdk
tdk
tdk
Peluang kerja/usaha
Kegiatan ini memberikan peluang kerja kepada penduduk sekitar baik secara langsung maupun tidak langsung (k 1,2,3,4)
ya
ya
ya
ya
ya
Getaran
Pada saat pekerjaan pembangunan terjadi getaran (k 2) juga pada saat rehabilitasi (k 3)
tdk
ya
ya
tdk
ya
Bentang alam
Terjadi perubahan bentang alam saat pengerjaan lahan (k 3), dan pembuatan jalan (k 4)
tdk
tdk
ya
ya
ya
Longsor
Bila penanganan lahan  tidak hati-hati dapat mengakibatkan longsor (k 3)
tdk
tdk
ya
tdk
ya
Pemukiman
Tenaga kerja luar daerah memerlukan tempat tinggal (k 1)
ya
tdk
tdk
tdk
ya
Transportasi
Dalam melaksanakan pekerjaan perlu pengangkutan tenaga kerja (k 2)
tdk
ya
tdk
tdk
ya
Suhu udara
Terjadi peningkatan suhu akibat pohan ditebang (k 3
tdk
tdk
ya
ya
ya
Kestabilan lereng
Akibat pembabatan bukit akan mempengaruhi kestabikannya
tdk
tdk
tdk
tdk
tdk
Longsor
Dapat mengakibatkan longsor pada daerah tepian sungai (k 3)
tdk
tdk
ya
tdk
ya
Kesuburan tanah
Akibat pengupasan tanah atas oleh alat berat dapat mengurangi unsure hara tanah (k 3)
tdk
tdk
ya
tdk
ya
Erosivitas
Karena pohon ditebang dibagian lereng berpeluang erosi (k 3)
tdk
tdk
ya
tdk
ya
Kualitas air tanah
Kegiatan ini dapat merusak air tanah
tdk
tdk
tdk
tdk
tdk
Morfologi sungai
Kegiatan ini dapat merubah bentuk sungai
tdk
tdk
tdk
tdk
tdk
Debit aliran Run-off
Pembuatan jalan melewati sungai  (k 3) dan lahan dapat menutupi anak sungai sehingga debit aliran terganggu (k 4)
tdk
ya
ya
tdk
ya
Kualitas air sungai
Terjadi kekeruhan air (k 3) dan masuknya residu pestisida (k 4) kedalam sungai
tdk
tdk
ya
ya
ya
Kelimpahan
Beberapa jenis flora hilang (k 2) ,mati(k 3), dan tidak dapat tumbuh lagi di situ (k 4)
tdk
ya
ya
ya
ya
Keanekaragaman
Beberapa jenis flora hilang (k 2) ,mati(k 3), dan tidak dapat tumbuh lagi di situ (k 4)
tdk
ya
ya
ya
ya
Langka ,lindung,endemik
Jenis fauna tertentu hilang (k 3), tak terlindungi (k 3), dan penyebarannya hilang seluas areal perkebunan (k 4)
tdk
ya
ya
ya
ya
Perjumpaan satwa
Satwa hilang (k 2), pergi karena habitat rusak (k 3), dan tidak pernah dijumpai lagi (k 4)
tdk
ya
ya
ya
ya
Habitat satwa liar
Akan mengganggu habitat satwa liar
tdk
tdk
tdk
tdk
tdk
Jumlah dan kepadatan penduduk
Terjadi penambahan penduduk karena kedatangan tenaga kerja dari luar daerah(k 3)
tdk
tdk
ya
tdk
ya
Angkatan kerja
Tidak memerlukan pekerja setempat yang kurang pengalaman
tdk
tdk
tdk
tdk
tdk
Mata pencaharian
Dapat menjadi pekerjaan pokok
tdk
tdk
ya
tdk
ya
Pendapatan keluarga
Pekerjaan di perkebunan t idak menjamin bagi keluarga
tdk
tdk
tdk
tdk
tdk
Peluang kerja/usaha
Kegiatan ini memberikan peluang kerja kepada penduduk sekitar baik secara langsung maupun tidak langsung (k 1,2,3,4)
ya
ya
ya
ya
ya
Potret standar hidup
Tidak dapat menjamin peningkatan taraf hidup masyarakat
tdk
tdk
tdk
tdk
tdk
Adat istiadat
Akibat pekerja banyak dari luar akan mengganggu  kebiasaan setempat
tdk
tdk
tdk
tdk
tdk
Hubungan social
Penduduk setempat dengan pekerja bisa terjadi konflik
tdk
tdk
tdk
tdk
tdk
Persepsi masyarakat
Memerlukan tenaga kerja yang besar tapi penduduk tidak dilibatkan (k 3),apalagi karena tidak terampil (k 4)
tdk
tdk
ya
ya
ya
Jenis penyakit dominan
Proyek perkebunan akan mendatangkan penyakit tertentu
tdk
tdk
tdk
tdk
tdk
Jumlah penderita sakit
Akibat debu terjadi penyakit  ispa (k 3)
tdk
tdk
ya
tdk
ya
Status gizi
Tidak ada pebaikan gizi
tdk
tdk
tdk
tdk
tdk
Sanitasi
Kesehatan lingkungan menjadi buruk
tdk
tdk
tdk
tdk
tdk
Keselamatan kerja
Tidak ada jaminan keselamatan kerja
tdk
tdk
tdk
tdk
tdk
Pembangunan Pabrik
Penggunaan lahan
Pembangunan memerlukan lahan yang luas(k 2), bisa mencaplok lahan penduduk (k 3) dan bertentangan dengan peraturan/adat penduduk sekitar (K 4)
tdk
ya
ya
ya
ya

Kualitas udara
Menimbulkan asap dan debu berterbangan dimana-mana
tdk
tdk
tdk
tdk
tdk
Kebisingan
Saat pekerjaan meninbulkan kebisingan suara alat-alat berat
tdk
tdk
tdk
tdk
tdk
Peluang kerja/usaha
Kegiatan ini memberikan peluang kerja kepada penduduk sekitar baik secara langsung maupun tidak langsung (k 1,2,3,4)
ya
ya
ya
ya
ya
Getaran
Pada saat pekerjaan pembangunan terjadi getaran (k 2) juga pada saat rehabilitasi (k 3)
tdk
ya
ya
tdk
ya
Bentang alam
Terjadi perubahan bentang alam saat pengerjaan lahan (k 3), dan pembuatan jalan (k 4)
tdk
tdk
ya
ya
ya
Longsor
Bila penanganan lahan  tidak hati-hati dapat mengakibatkan longsor (k 3)
tdk
tdk
ya
tdk
ya
Pemukiman
Kegiatan ini mendatangkan pekerja dari luar daerah yang memerlukan tempat tinggal (k 1)
ya
tdk
tdk
tdk
ya
Transportasi
Dalam melaksanakan pekerjaan perlu pengangkutan tenaga kerja (k 2)
tdk
ya
tdk
tdk
ya
Suhu udara
Terjadi peningkatan suhu akibat pohan ditebang (k 3
tdk
tdk
ya
ya
ya
Kestabilan lereng
Akibat pembabatan bukit akan mempengaruhi kestabikannya
tdk
tdk
tdk
tdk
tdk
Longsor
Dapat mengakibatkan longsor pada daerah tepian sungai (k 3)
tdk
tdk
ya
tdk
ya
Kesuburan tanah
Akibat pengupasan tanah atas oleh alat berat dapat mengurangi unsure hara tanah (k 3)
tdk
tdk
ya
tdk
ya
Erosivitas
Karena pohon ditebang dibagian lereng berpeluang erosi (k 3)
tdk
tdk
ya
tdk
ya
Kualitas air tanah
Kegiatan ini dapat merusak air tanah
tdk
tdk
tdk
tdk
tdk
Morfologi sungai
Kegiatan ini dapat merubah bentuk sungai
tdk
tdk
tdk
tdk
tdk
Debit aliran Run-off
Pembuatan jalan melewati sungai  (k 3) dan lahan dapat menutupi anak sungai sehingga debit aliran terganggu (k 4)
tdk
ya
ya
tdk
ya

Kualitas air sungai
Terjadi kekeruhan air (k 3) dan masuknya residu pestisida (k 4) kedalam sungai
tdk
tdk
ya
ya
ya
Kelimpahan
Beberapa jenis flora hilang (k 2) ,mati(k 3), dan tidak dapat tumbuh lagi di situ (k 4)
tdk
ya
ya
ya
ya
Keanekaragaman
Beberapa jenis flora hilang (k 2) ,mati(k 3), dan tidak dapat tumbuh lagi di situ (k 4)
tdk
ya
ya
ya
ya
Langka ,lindung,endemik
Jenis fauna tertentu hilang (k 2), tak terlindungi (k 3), dan penyebarannya hilang seluas areal perkebunan (k 4)
tdk
ya
ya
ya
ya
Perjumpaan satwa
Satwa hilang (k 2), pergi karena habitat rusak (k 3), dan tidak pernah dijumpai lagi (k 4)
tdk
ya
ya
ya
ya
Habitat satwa liar
Akan mengganggu habitat satwa liar
tdk
tdk
tdk
tdk
tdk
Jumlah dan kepadatan penduduk
Terjadi penambahan penduduk karena kedatangan tenaga kerja dari luar daerah(k 3)
tdk
tdk
ya
tdk
ya
Angkatan kerja
Tidak memerlukan pekerja setempat yang kurang pengalaman
tdk
tdk
tdk
tdk
tdk
Mata pencaharian
Dapat menjadi pekerjaan pokok
tdk
tdk
ya
tdk
ya
Pendapatan keluarga
Pekerjaan di perkebunan t idak menjamin bagi keluarga
tdk
tdk
tdk
tdk
tdk
Peluang kerja/usaha
Kegiatan ini memberikan peluang kerja kepada penduduk sekitar baik secara langsung maupun tidak langsung (k 1,2,3,4)
ya
ya
ya
ya
ya
Potret standar hidup
Tidak dapat menjamin peningkatan taraf hidup masyarakat
tdk
tdk
tdk
tdk
tdk
Adat istiadat
Akibat pekerja banyak dari luar akan mengganggu  kebiasaan setempat
tdk
tdk
tdk
tdk
tdk
Hubungan social
Penduduk setempat dengan pekerja bisa terjadi konflik
tdk
tdk
tdk
tdk
tdk
Persepsi masyarakat
Memerlukan tenaga kerja yang besar tapi penduduk tidak dilibatkan (k 3),apalagi karena tidak terampil (k 4)
tdk
tdk
ya
ya
ya

Jenis penyakit dominan
Proyek perkebunan akan mendatangkan penyakit tertentu
tdk
tdk
tdk
tdk
tdk
Jumlah penderita sakit
Akibat debu terjadi penyakit  ispa (k 3)
tdk
tdk
ya
tdk
ya
Status gizi
Tidak ada pebaikan gizi
tdk
tdk
tdk
tdk
tdk
Sanitasi
Kesehatan lingkungan menjadi buruk
tdk
tdk
tdk
tdk
tdk
Keselamatan kerja
Tidak ada jaminan keselamatan kerja
tdk
tdk
tdk
tdk
tdk

  
Tahap : Operasi
SUMBER DAMPAK
KOMPONEN LINGKUNGAN TERKENA DAMPAK
KRITERIA
DALAM AMDAL
Komponen penerima
Deskripsi dampak
1
2
3
4
Pembibitan
Kesuburan tanah
Terjadi penurunan kualitas tanah akibat pengupasan lahan (k 1), bibit sawit yang rakus unsure hara (k 2), dan pengikisan tanah akibat hujan (k 3)
ya
ya
ya
tdk
ya
Peluang kerja/Usaha
Kegiatan ini memberikan peluang kerja kepada penduduk sekitar baik secara langsung maupun tidak langsung (k 1,2,3,4)
ya
ya
ya
ya
ya
Persepsi masyarakat
Masyarakat sekitar dapat diterima bekerja (k 1), sebagai pemilik lahan (k 2), meningkatkan taraf hidup (k 3), dan sebagai jaminan hari tua (k 4)
ya
ya
ya
ya
ya
Pembukaan Lahan
Penggunaan lahan
Dapat menimbulkan konflik dengan masyarakat sekitar ( k 2)
tdk
ya
tdk
tdk
ya
Transportasi
Mobilisasi alat berat akan merusak lahan  (k 3), dan jalan (k 4)
tdk
tdk
ya
ya
ya
Suhu Udara
Akibat pembukaan lahan menaikan suhu udara (k 2)
tdk
ya
tdk
tdk
ya
Kualitas udara
Alat berat menimbulkan debu (k 2)
tdk
ya
tdk
tdk
ya
Bentang alam
Merusak struktur alam (k 2), dan morfologi alam (k 3)
tdk
ya
ya
tdk
ya
Erosivitas
Dapat menimbulkan erosi pada daerah lereng bukit (k 2) bila hujan tiba.
tdk
ya
tdk
tdk
ya
Debit aliran Run-off
Akibat meratakan lahan, anak sungai dapat tertutup dan merusak aliran air (k 2)
tdk
ya
tdk
tdk
ya
Kualitas air sungai
Air sungai keruh (k 2), dan ada endapan lumpur (k 3) akibat aliran permukaan masuk ke sungai
tdk
ya
ya
tdk
ya
Kelimpahan
Terjadi gangguan kelimpahan flora (k 2)
tdk
ya
tdk
tdk
ya
Keanekaragaman
Keanekaragaman juga hilang akibat pembukaan lahan (k 2)
tdk
ya
tdk
tdk
ya
Perjumpaan satwa
Habitat rusak,tidak ditemukan satwa lagi (k 2)
tdk
ya
tdk
tdk
ya
Langka,lindung,endemik
Jenis fauna tertentu hilang (k 2)
tdk
ya
tdk
tdk
ya
Peluang kerja/Usaha
Kegiatan ini memberikan peluang kerja kepada penduduk sekitar baik secara langsung maupun tidak langsung (k 1,2,3,4)
ya
ya
ya
ya
ya
Persepsi masyarakat
Masyarakat sekitar dapat diterima bekerja (k 1), sebagai pemilik lahan (k 2), meningkatkan taraf hidup (k 3), dan sebagai jaminan hari tua (k 4)
ya
ya
ya
ya
ya
Penanaman
Bentang alam
Merusak struktur alam (k 2), dan morfologi alam (k 3)
tdk
ya
ya
tdk
ya
Kesuburan tanah
Terjadi penurunan kualitas tanah akibat pengupasan lahan (k 1), bibit sawit yang rakus unsure hara (k 2), dan pengikisan tanah akibat hujan (k 3)
ya
ya
ya
tdk
ya
Kualitas air sungai
Air sungai keruh (k 2), dan ada endapan lumpur (k 3) akibat aliran permukaan masuk ke sungai
tdk
ya
ya
tdk
ya
Peluang kerja/Usaha
Kegiatan ini memberikan peluang kerja kepada penduduk sekitar baik secara langsung maupun tidak langsung (k 1,2,3,4)
ya
ya
ya
ya
ya
Persepsi masyarakat
Masyarakat sekitar dapat diterima bekerja (k 1), sebagai pemilik lahan (k 2), meningkatkan taraf hidup (k 3), dan sebagai jaminan hari tua (k 4)
ya
ya
ya
ya
ya
Pemeliharaan
Peluang kerja/usaha
Kegiatan ini memberikan peluang kerja kepada penduduk sekitar baik secara langsung maupun tidak langsung (k 1,2,3,4)
ya
ya
ya
ya
ya
Persepsi masyarakat
Masyarakat sekitar dapat diterima bekerja (k 1), sebagai pemilik lahan (k 2), meningkatkan taraf hidup (k 3), dan sebagai jaminan hari tua (k 4)
ya
ya
ya
ya
ya
Pemanenan
Transportasi
Pada saat pengangkutan hasil akan merusak jalan (k 2)
tdk
ya
tdk
tdk
ya
Peluang kerja/usaha
Kegiatan ini memberikan peluang kerja kepada penduduk sekitar baik secara langsung maupun tidak langsung (k 1,2,3,4)
ya
ya
ya
ya
ya
Persepsi masyarakat
Masyarakat sekitar dapat diterima bekerja (k 1), sebagai pemilik lahan (k 2), meningkatkan taraf hidup (k 3), dan sebagai jaminan hari tua (k 4)
ya
ya
ya
ya
ya
Pengangkutan
Transportasi
Akibat hasil produksi banyak, akan merusak jalan (k 3)
tdk
tdk
ya
tdk
ya
Kebisingan
Terjadi kebisingan mesin truck pengangkut hasil produksi (k 2)
tdk
ya
tdk
tdk
ya
Peluang kerja/Usaha
Kegiatan ini memberikan peluang kerja kepada penduduk sekitar baik secara langsung maupun tidak langsung (k 1,2,3,4)
ya
ya
ya
ya
ya
Persepsi masyarakat
Masyarakat sekitar dapat diterima bekerja (k 1), sebagai pemilik lahan (k 2), meningkatkan taraf hidup (k 3), dan sebagai jaminan hari tua (k 4)
ya
ya
ya
ya
ya
Jumlah penderita sakit
Akibat debu,banyak yang sakit ispa (k 2)
tdk
ya
tdk
tdk
ya

No comments:

Post a Comment